Minggu, 01 Januari 2012

Novel berteman dengan kematian

Berawal dr keinginan anak sulung aq yg pengen banget beli komik di Gramedia
yap akhirnya kami pergi.
Sampe disana subhanallah... Padat banget ..
Ya udahlah itu tak menyurutkan niat, awalnya  aq sih cuma nurutin maunya dia aja nangkirng di stand komik, lama " aq bete dan akupun mulai beraksi hobby bacaku mulai membuat penasaran.
awalnya buka -buka buku ttg editing video trus merambah kebuku ttg photoshop ntah kanapa aq jd melirik ke stand novel iseng " aku ambil buku ttg percintaan .. beugh aku bosan pas ngantri di kasir g sengaja aku mengambil sebuah buku yang emang dr awal aq udah aku lirik ,mungkin melihat dri judulnya " BERTEMAN DENGAN KEMATIAN " karya Shinta Ridwan ... rasa penasaran mulai merambah dihatiku dtambah membaca sinopsis nya kisah nyata dari penulisnya bikin membuat rasa ingin tauku kian besar  berbeda dgn penulis yg pernah membuat q penasaran yg tak perlu disebutkan . yg terlalu arogan menurut q dgn kepandaiannya yg kadang melecehkan kemampuan org lain dan fisicly nya yg beauty seolah org lain jd jelek ckckck 

Shinta Ridwan pandangannya tentang kehidupan membuat aku yakin kebahagiaan hidup datangnya dr diri kita sendiri ... so perfeck deh aq .


Btw Ini nich Sinopsis nya:


Tak pernah ia duga sebelumnya jika lupus mengunjungi tubuhnya! Tak kalah dengan HIV/AIDS, penyakit ini belum ada obatnya. Lupus menbuat tubuhnya melemah dari hari ke hari. Saat mengetahui dirinya menghidap lupus, yang terbayang di benaknya adalah kematian yang terus tersenyum dan seakan melambaikan tangan di depan.
Baginya kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi serupa teman akrab yang di ajaknya berbincang dan berteman sehari-hari.


Justru pada saat itu, sinta yang berasal dari keluarga broken home dan membiayain hidup dan kuliahnya sendiri selepas SMU mampu memberikan makna lebih pada hidupnya. Ia menemukan kekasihnya, menanggung biaya kuliah adiknya, dan memberikan senyum dan semangat pada orang-orang di sekitarnya, terutama penderita seperti dirinya, bahwa hidup harus di syukuri, bahwa hidup harus dihidupi. Sebab pada akhirnya, menghidupi hidup adalah obat sesungguhnya dari setiap makhluk di dunia.


Penulis: Sinta Ridwan  




kesimpulannya kita tuh harus sadar bahwa g ada yg kekal didunia disisa  hidup kita buatlah menjadi bermanfaat dan lebih berarti bukan hanya untuk diri kita tpi juga org lain terutama disekitar kita ..
buatlah mereka bahagia dan tersenyum yakin kebahagiaan yg mereka rasakan itulah kebahagiaan kita .

1 komentar:

  1. wah mantep ini novelnya ,,,,,
    creative juga yang buat....

    so ai lek It..... ckkckckck...
    mantap nih,,,,,, salam manis yah dari aku..
    hoho

    BalasHapus